Hardisk Dan Jenis-jenisnya
Harddisk dan Jenis - Jenisnya
Sabtu, 21 Mei 2011
harddisk adalah sebuah komponen Perangkat Keras yang
menyimpan Data sekunder dan berisi piringan Magnetis. Cakram keras diciptakan
pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson di tahun 1956. Cakram keras
pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki (0,6 meter) dengan
kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas
penyimpanan 4,4 MB. Cakram keras zaman sekarang sudah ada yang hanya selebar
0,6 cm dengan kapasitas 750 GB. Kapasitas terbesar cakram keras saat ini
mencapai 2 TB dengan ukuran standar 3,5 inci.
Jika dibuka, terlihat mata cakram keras pada ujung lengan
bertuas yang menempel pada piringan yang dapat berputar
Data yang disimpan dalam cakram keras tidak akan hilang
ketika tidak diberi tegangan listrik. Dalam sebuah cakram keras, biasanya
terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang dapat
ditampung.
Dalam perkembangannya kini cakram keras secara fisik menjadi
semakin tipis dan kecil namun memiliki daya tampung data yang sangat besar.
Cakram keras kini juga tidak hanya dapat terpasang di dalam perangkat
(internal) tetapi juga dapat dipasang di luar perangkat (eksternal) dengan
menggunakan kabel USB
Harddisk
Jenis - jenis Harddisk
ATA
AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk
menghubungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau
DVD-ROM di komputer.
ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar
ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa
nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari
ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA)
untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.
Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya
18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang
memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya
cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di
komputer.
Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur
utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga
dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk
mengatasi masalah hak cipta.
SATA
SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan
sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter
dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.
Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150
atau sering juga disebut sebagai SATA 1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan
1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki
kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki
banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki
kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di lingkungan multitask.
Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive
menggunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka
PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor
daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini
kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi
untuk SATA 6GB/s.
Beberapa fitur SATA adalah:
SATA menggunakan
line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan
dengan PATA.
SATA mengakomodasi
fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
Drive SATA bisa
ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi
dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa
ditancapkan ke kontroler SATA.
Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup
signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7
konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena
bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih
sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.
SCSI
SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah
standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal
lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka
elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data
yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.
Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape
drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD,
CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device
independent sehingga secara teoritis SCSI bisa diterapkan di semua tipe
hardware.
Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis
IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk
SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm.
Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam
satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard
disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian
pula sebaliknya.
Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain
Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan
Hitachi.
Hard Disk SAS
Serial Attached SCSI (SAS) adalah teknologi transfer data
yang di desain untuk memindahkan data dari dan ke media penyimpanan pada komputer seperti hard drive
dan tape drive. SAS adalah serial protokol point to point yang menggantikan bus
SCSI paralel yang muncul pertama kali pada pertengahan 1980-an di pusat data,
dan menggunakan SCSI standar. Saat ini, SAS lebih rendah dibandingkan dengan
implementasi SCSI paralel, tetapi di masa yang akan datang SAS akan digandakan
hingga mencapai kecepatan 6 GB/s, sehingga memungkinkan banyak transfer
data dengan kecepatan tinggi bila dibandingkan dengan yang sudah ada.
Protokal SAS dikembangkan oleh komite teknik T10
International Committee For Information Technology Standards (INCITS) dan
dipromosikan oleh SCSI Trade Association (SCSITA).
Hard Disk Back Planes
Blackplane adalah papan sirkuit yang menghubungkan beberapa
konektor secara paralel, sehingga masing-masing pin dalam tiap konektor itu
dihubungkan ke pin yang sama pada konektor yang lain, dan menjadi bus. Sistem
komputer yang menggunakan pendekatan seperti ini disebut dengan bus S-100
karena memiliki 100 pin.
Pada sistem dengan kabel, kabel harus dibengkokan saat ingin
menambah atau mengurangi kartu dalam sistem, dan pembengkokan ini dapat
menyebabkan kerusakan mekanis. Namun, backplane tidak terpengaruh dengan hal
lain, sehingga backplane memiliki lifetime yang lebih lama. Sebagai contoh,
konektor DIN 41612 yang digunakan pada sistem VMEbus dapat bertahan selama 50
sampai 500 pemasangan dan pencabutan (atau disebut juga dengan maiting cycles),
tergantung pada kualitasnya.
Backplane dapat digunakan tanpa menggunakan single board
komputer untuk menyederhanakan penambahan daya pada kartu plug-in. Sebagai
tambahan, banyak kabel ekspansi bus yang membuat bus komputer menjadi backplane
eksternal, biasanya terletak pada enclosure, untuk membedakan slot-slot pada
komputer itu. Perangkat kabel ini memiliki transmitter pada komputer, papan
ekspansi pada backplane jarak jauh, dan kabel diantara keduanya. Kabel ekspansi
bus tidak membutuhkan single board komputer pada bus untuk mengontrol kartu I/O
yang disebabkan oleh ekspansi listrik.
Sumber : fh99.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar